Contoh Teks Eksposisi

BERITAKAGET.COM – Definisi eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan, dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian tentang suatu hal.

Eksposisi disajikan dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat. Tulisan eksposisi yang mudah ditemukan sehari-hari adalah seperti berita di koran atau manual petunjuk penggunaan suatu produk.

Teks eskposisi merupakan karangan yang menyajikan sejumlah pengetahuan atau informasi. Karena itu, karangan teks eksposisi mudah diketahui dari ciri-cirinya seperti berusaha menjelaskan tentang sesuatu dengan gaya penulisan yang informatif, menggunakan fakta sebagai alat kontribusi dan konkritasinya.

Selain itu, teks eksposisi juga umumnya menjawab tentang askadimega. Penulisan paragraf eksposisi dilakukan untuk memaparkan atau menjelaskan tentang suatu hal agar pengetahuan pembaca bertambah.

Untuk mengenal lebih jauh tentang teks eskposisi, kita bisa melihat strukturnya. Nah, struktur teks eksposisi terdiri atas tesis (pembukaan), argumentasi (isi) dan penegasan ulang.

###

Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa menemukan berbagai jenis teks eksposisi seperti:

  • Eksposisi definisi
  • Eksposisi proses
  • Eksposisi klasifikasi
  • Eksposisi ilustrasi
  • Eksposisi perbandingan
  • Eksposisi laporan

Contoh Teks Eksposisi

Untuk mengetahui lebih dalam tentang teks eksposisi, berikut ini kami sajikan contoh teks eksposisi. Silahkan dipelajari.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Anomali

Di tengah kondisi dunia yang sedang krisis, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatat hasil positif. Pertumbuhan ekonomi triwulan kedua tahun ini mencapai 6,4 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Konsentrasi pertumbuhan tetap terpusat di Pulau Jawa dengan angka 57,5 persen.

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I-2012 lebih baik dibandingkan dengan semester I-2011 yang tumbuh sebesar 6,3 persen.

Namun menurut pengamat ekonomi Indonesia for Global Justice, Salamuddin Daeng, pertumbuhan ekonomi Indonesia tergolong anomali. Alasannya karena pertumbuhan ekonomi tidak diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ada empat faktor, kata Daeng, yang membuat pertumbuhan ekonomi anomali. Pertama, ekonomi Indonesia digerakkan oleh utang luar negeri yang angkanya terus naik. ”Utang Indonesia terakumulasi mencapai Rp 2.870 triliun. Utang luar negeri bertambah setiap tahun. Utang selanjutnya menjadi sumber pendapatan utama pemerintah dan menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi,” paparnya.

Kedua, pertumbuhan ekonomi didorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat yang bersumber dari naiknya harga sandang dan pangan, serta ditopang dari pertumbuhan kredit khususnya kredit konsumsi.

Faktor ketiga, pertumbuhan ekonomi didorong ekspor bahan mentah, seperti bahan tambang, migas, hasil perkebunan dan hutan, sehingga tidak banyak menciptakan nilai tambah dan lapangan pekerjaan. Terakhir, pertumbuhan ekonomi didorong oleh investasi luar negeri yang membuat sumber daya alam kian dikuasai asing.

Pengamat ekonomi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, A Tony Prasetiantono menyatakan, sektor domestik mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. ”Transmisi krisis global melalui penurunan ekspor dan defisit neraca perdagangan baru akan terasa pada kuartal ketiga dan keempat tahun ini. Lagi pula, kontribusi ekspor terhadap PDB tidak besar,” kata Tony.

Hal senada disampaikan ekonom Mirza Adityaswara. Sejumlah sektor ekonomi dalam negeri tumbuh karena didorong oleh suku bunga rendah yang tampak dari tumbuhnya kredit 26-28 persen (tahunan) sekaligus didorong oleh harga bahan bakar minyak (BBM) yang rendah karena masih disubsidi.

”Maka dari itu, pertumbuhan tinggi dialami sektor yang berorientasi dalam negeri, seperti perdagangan, manufaktur, otomotif, transportasi, komunikasi, dan konstruksi,” kata Mirza. Dia menambahkan, akibat pertumbuhan tinggi sektor yang berorientasi dalam negeri, kecenderungan defisit neraca perdagangan akan semakin besar.

Menurut Tony, belanja pemerintah yang lebih cepat dan besar juga cukup membantu pertumbuhan. Seiring hal itu, inflasi yang terkendali di bawah 5 persen cukup membantu, meski hal tersebut ada efeknya, yaitu subsidi energi terus membengkak yang sebenarnya cenderung tidak sehat.

Nah, dari contoh teks eksposisi di atas, kita bisa melihat adanya unsur struktur eksposisi, argumentasi dan penegasan ulang pendapat yang hendak diajukan.

1. Pernyataan pendapat (tesis)

  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatat hasil positif
  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia tergolong anomali. Alasannya karena pertumbuhan ekonomi tidak diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat.

2. Argumentasi

  • Paragraf 4, 5, dan 6

3. Penegasan Ulang Pendapat

  • Paragraf 7, 8, 9, dan 10

###

Jadi kita bisa menyimpulkan sebuah teks dikatakan sebagai teks eksposisi apabila memenuhi syarat di bawah ini:

  1. Bersifat Informatif
  2. Bersifat Objektif
  3. Berdasarkan Fakta-Fakta
  4. Selalu menggunakan kara pronomina (Kita atau Saya)
  5. Selalu menggunakan konjungsi pada kenyataannya, kemudian atau lebih lanjut (kata hubung)
  6. Menggunakan kata ganti/ Pronomina
  7. Ada Kalimat Langsung
  8. Memakai Istilah
  9. Memakai Bahasa yang Baku

Semoga bermanfaat!




Sebarkan Artikel Ini

Leave a Reply

© 2014 BeritaKaget.com. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
IBN Network. All right reserved. Users