AS Khawatir Terjadi Pembantaian di Aleppo

AS Khawatir Terjadi Pembantaian di AleppoAmerika Serikat mengkhawatirkan pasukan Suriah tengah mempersiapkan pembantaian di kota Aleppo, menyusul pengerahan artileri dan pesawat tempur mereka untuk menggempur kelompok pemberontak di kota itu.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan, berdasarkan laporan yang dapat dipercaya, pasukan Suriah telah menyiapkan tank-tank, pesawat tempur, serta helikopter di luar Aleppo, yang digambarkan sebagai kesiapan tempur terbesar semenjak krisis politik pecah di Suriah 16 bulan silam.

“Kami khawatir akan terjadi pembantaian di Aleppo, melihat keseriusan mesin perang rezim Suriah,” kata juru bicara Deplu AS Victoria Nuland, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Pasukan dan tank-tank pemerintah dilaporkan mengelilingi kota dan tentara tambahan dilaporkan tengah menuju kota terbesar kedua di Suriah itu.

Pasukan pemberontak yang mengklaim telah menguasai setengah dari kota Aleppo, telah mendirikan pos pemeriksaan dan menempatkan penembak jitu. Mereka juga mulai menyimpan amunisi dan pasokan medis.

Wartawan BBC Jeremy Bowen, yang berada di luar Aleppo, mengatakan warga kota itu kini mengantisipasi kemungkinan terjadinya pertempuran sengit.

Sebagian orang khawatir, pertempuran itu akan mengorbankan warga sipil, yang antara lain berdampak pada kekurangan makanan, obat-obatan dan pasokan listrik.

Dan sejumlah laporan menyebutkan, pada Jumat (27/07), korban tewas pertama ditemukan di Aleppo, salah-satu kota terbesar di Suriah dengan penduduk sekitar 2,5 juta jiwa. Seorang pria yang diperkirakan berusia 60 tahun tergeletak tewas di dekat taman Saladin.

Bentrokan di jalan-jalan

Sebelumnya dilaporkan 34 orang tewas di Aleppo dan sekitarnya, demikian klaim kelompok pemberontak. “Sebagian besar warga sipil menjadi korban pemboman,” kata aktivis Abu Mohammad al-Halabi, kepada kantor berita Reuters, melalui telepon.

“Ada banyak pengungsi, dan bangunan-bangunan sekolah telah kami jadikan lokasi pengungsian,” ungkapnya.

Seorang sumber keamanan Suriah mengatakan seperti dikutip kantor berita AFP bahwa pasukan khusus telah didatangkan di luar kota Aleppo dan disiagakan untuk menghadapi “serangan balasan hari Jumat atau Sabtu.”

Keterangan yang sama juga diberikan oleh kelompok hak asasi Suriah yang berkantor di London, Syrian Human Rights Observatory, yang menyatakan pasukan tambahan didatangkan dari Damaskus ke Aleppo dari arah selatan.

Pasukan dan tank-tank juga dilaporkan didatangkan dari kota Hama dan dari pos perbatasan dengan Turki di Provinsi Idlib.

Aleppo adalah ibukota perdagangan Suriah dan merupakan kunci untuk menguasai wilayah utara negara itu.

Bentrokan di jalan-jalan dilaporkan terjadi di seluruh Aleppo selama beberapa hari terakhir.

Pasukan pemberontak berupaya bertahan di sejumlah tempat yang telah mereka kuasai dalam serangan yang dimulai akhir pekan lalu.




Sebarkan Artikel Ini

Leave a Reply

© 2014 BeritaKaget.com. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
IBN Network. All right reserved. Users