KSPPM Samosir Bina Tiga Desa Wisata

KSPPM Samosir Bina Tiga Desa WisataKelompok Studi Pemberdayaan Prakarsa Masyarakat melakukan pembinaan terhadap tiga desa wisata yang memiliki beberapa karakteristik khusus di Kabupaten Samosir, Sumatra Utara, guna mendukung pengembangan industri pariwisata.

“Program pembinaan dilakukan dengan memadukan fasilitas pendukung dan struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tradisi budaya Batak guna mendongkrak kunjungan wisatawan ke wilayah yang terletak di bagian tengah provinsi Sumatera Utara itu,” kata Staf KSPPM Samosir, Anggiat Sinaga, di Pangururan, Jumat.

Ketiga desa wisata tersebut, yakni Sari Marihit di Kecamatan Sianjur Mula-mula dengan panorama alam indah di kawasan Pusuk Buhit, yang merupakan gunung suci bagi etnis Batak sebagai tempat bersejarah, sebab dianggap menjadi asal muasal “halak Batak” di seluruh dunia dan Desa Lintongnihuta di Kecamatan Ronggur Nihuta.

Desa Lintongnihuta, lanjut dia, diproyeksikan sebagai agro wisata, karena memiliki sejumlah produk unggulan spesifik lokal, seperti madu, kacang tanah dan berbagai komoditi hortikultura serta hasil pertanian organik lainnya.

Memang, kata Anggiat, topografi daerah dataran tinggi itu, juga memiliki sumber daya yang sangat besar untuk budidaya berbagai tanaman keras, seperti kopi dan karet, begitu juga dengan tanaman hortikultura, seperti aneka tanaman buah dan sayuran.

Selain itu, desa Parlombuan, Kecamatan Palipi dijadikan sebagai desa percontohan Pemerintahan terbaik (good government) dengan pembinaan terhadap aparat pemerintahan desa dan kompetensi sumber daya manusia dalam mendorong pemerintahan yang sehat dan bersih.

“Ketiga desa wisata tersebut merupakan kawasan pedesaan yang memiliki beberapa karakteristik khusus yang cocok menjadi daerah tujuan wisata,” sebutnya.

Di kawasan tersebut, penduduknya masih memiliki tradisi dan budaya yang relatif masih asli ditambah beberapa faktor pendukung, seperti makanan khas serta sistem sosial yang mewarnai sebuah kawasan desa wisata.

“Memang, di luar faktor-faktor itu, kondisi alam dan lingkungan juga harus tetap terjaga, sebagai salah satu hal penting dari sebuah kawasan tujuan wisata,” ujar Anggiat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Samosir, Theodora Sihotang menyebutkan, pihaknya memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan KSPPM untuk memajukan industri pariwisata di Kabupaten berpenduduk 119.653 jiwa itu.
Menurut dia, selain berbagai keunikan, kawasan desa wisata juga harus memiliki fasilitas penunjang, agar daerah dimaksud layak sebagai objek tujuan wisata.

“Berbagai fasilitas untuk memudahkan para pengunjung desa wisata dalam melakukan kegiatannya akan terus dibenahi.




Sebarkan Artikel Ini

Leave a Reply

© 2014 BeritaKaget.com. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
IBN Network. All right reserved. Users