Ramai-ramai Uji Publik Kurikulum Baru

Ramai-ramai Uji Publik Kurikulum BaruRencana Kurikulum 2013 yang sempat menimbulkan polemik, pro dan kontra, mulai memasuki uji publik. Semua lapisan masyarakat bisa memberikan masukan dan pendapat untuk menyempurnakan kurikulum yang bakal menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berlaku saat ini.

Masyarakat yang ingin memberian pendapat bisa mengakses situs http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id. Dari situs ini pula mereka bisa memperoleh draf kurikulum baru dan alternatif yang ditawarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait teknis pelaksanaannya.

“Bagi yang tidak setuju bisa menyampaikannya di situ, tetapi harus juga mencantumkan alasan kenapa tidak setuju dan sebaiknya bagaimana. Jangan dibatalkan,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh belum lama ini. “Silakan berpendapat. Kami terima masukannya. Mana yang harus diperbaiki, mana yang kurang.”

Menurut dia, pendapat masyarakat luas sangat dibutuhkan agar dapat mengoreksi kekurangan yang ada pada kurikulum yang akan diluncurkan pada pertengahan 2013 mendatang itu. Masukan tersebut akan digunakan untuk menyempurnakan formula kurikulum 2013.

Uji publik juga akan dilakukan lewat kunjungan atau roadshow ke lima kota besar dan 33 kabupaten/kota di Indonesia. Berbagai fase harus dilewati oleh kurikulum baru ini untuk memperoleh kesempurnaan saat diterapkan pada Juni 2013 nanti. Saat ini, kurikulum 2013 tengah memasuki fase uji publik selama tiga minggu di lima kota besar dan 33 kabupaten/kota di Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan dan Penelitian Kemdikbud, Khairil Anwar Notodiputro, menyebutkan, uji publik ini menggunakan beberapa pendekatan, yaitu secara langsung dan secara online yang dapat diakses oleh semua masyarakat.

Dalam pendekatan secara langsung, pihak yang dilibatkan adalah guru, praktisi pendidikan, pengamat pendidikan, ahli pendidikan, anggota DPR, anggota DPRD, kepala dinas pendidikan, tim narasumber wapres, tim inti, serta unsur Kemendikbud unsur Kemenag.

“Semuanya diajak di sini untuk memberi masukan. Ada sekitar 383 orang yang akan ikut uji publik di Jakarta yang berlangsung tiga hari sejak 29 November 2012,” katanya.

Pada uji publik langsung, sebelum memberi masukan, para peserta uji publik yang terdiri atas banyak pihak ini mendengarkan paparan dan penjelasan terkait draf kurikulum baru tersebut. Selanjutnya, para peserta akan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan diskusi terkait paparan tersebut.

“Fokus diskusinya seputar paparan tersebut, tapi instrumennya terkait Standar Kompetensi Lulusan, struktur kurikulum, standar proses, dan penilaian,” ujar Khairil.

Setelah diberi waktu lebih dari 120 menit untuk berdiskusi, masing-masing kelompok diberi waktu untuk melaporkan hasil kerjanya dan rumusan hasil rekomendasi untuk kurikulum 2013. Hasil rekomendasi tersebut disusun dan ditelaah untuk kemudian dikombinasikan menjadi rumusan hasil uji publik yang nantinya dijadikan penyempurnaan kurikulum 2013.

“Jadi, dokumen kurikulum 2013 yang disempurnakan nantinya berdasarkan dari uji publik yang dilakukan saat ini,” ujarnya.

Khairil menyebutkan, konsep pengembangan kurikulum pada tingkat nasional dilakukan dengan menyusun kurikulum, panduan pelaksanaan kurikulum dan pembelajaran, serta model teks buku pelajaran.

Menurut dia, kurikulum tahun depan akan mengarahkan para siswa pada observasi dan pembuatan laporan dalam setiap mata pelajaran. Dalam buku akan diberikan tuntunan untuk proses pembelajaran seperti itu.

Juga pola pengadaan buku pelajaran untuk siswa, katanya, berbeda dengan masa-masa sebelumnya. Kali ini pemerintah menyiapkan buku teks pelajaran untuk siswa dan buku pegangan guru untuk setiap mata pelajaran yang didistribusikan ke sekolah-sekolah. Buku-buku pelajaran akan diberikan secara gratis kepada guru dan siswa.




Sebarkan Artikel Ini

35 Responses to “Ramai-ramai Uji Publik Kurikulum Baru”

  1. Pendo says:

    Sebagai masyarakat Jawa saya masih berharap bahwa mata pelajaran Bahasa Jawa masih menjadi mata pelajaran utama. Karena bahasa Jawa sangat membantu membetuk karakter siswa….

  2. Dr. H. Yayat Sudaryat, M.Hum says:

    SARAN TERHADAP KURIKULUM 2013

    1. Alasan pengembangan kurikulum, antara lain:
    a. Perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, plagiarisem, kecurangan ujian, gejolak
    masyarakat;
    b. kurang bermuatan karakter, terlalu berfokus pada kognitif.

    2. Kelemahan struktur kurikulum:
    a. Ketidakkonsistenan nama mata pelajaran di SD “Seni Budaya dan Prakarya”,
    sementara di SMP dan SMA nama mata pelajaran tersebut dipisahkan menjadi
    “Seni Budaya” dan “Prakarya”;
    b. Ketidakjelasan alasan pembedaan mata pelajaran Kelompok A dan Kelompok B;
    c. Penghilangan mata pelajaran muatan lokal seperti bahasa daerah bertolak
    belakang dengan alasan pengembangan kurikulum (1.a-b) tersebut.

    3. Saran/Usul Struktur Kurikulum:
    Mata Pelajaran Kelompok B (SD)

    Kelompok B I II III IV V VI
    1. Seni Budaya dan Prakarya 3 3 3 5 5 5
    2. Pendidikan Jasmani, OR, dan Kesehatan 3 3 3 3 3 3
    3. Bahasa Daerah 2 2 2 2 2 2

    Mata Pelajaran Kelompok B (SMP)

    Kelompok B VII VIII IX
    1. Seni Budaya dan Prakarya 4 4 4
    2. Pendidikan Jasmani, OR, dan Kesehatan 3 3 3
    3. Bahasa Daerah 2 2 2

    Mata Pelajaran Kelompok B (SMA)

    Kelompok B X XI XII
    1. Seni Budaya dan Prakarya 2 2 2
    2. Pendidikan Jasmani, OR, dan Kesehatan 2 2 2
    3. Bahasa Daerah 2 2 2

    Alasan:
    a. Nama Mapel “Seni Budaya dan Prakarya” di SD, SMP, dan SMA disatukan
    agar terdapat konsistensi penamaan dan implementasi.
    b. Alasan Bahasa Daerah harus masuk karena merupakan mata pelajaran yang
    berbasis kearifan lokal yang dapat memberikan masukan dalam
    pengembangan etika dan karakter peserta didik, baik dalam berperilaku
    maupun berbahasa. Dalam bahasa daerah terkandung nilai-nilai kearifan lokal
    yang luhur yang dapat dapat meredam perkelahian, kecurangan, korupsi,
    plagiarisme, gejolak masyarakat, dan degrasi karakter.

    Bandung, 10 Desember 2012

    Pengusul,

    Dr. H. Yayat Sudaryat, M.Hum.
    Dosen Pendidikan Bahasa Daerah
    FPBS UPI Bandung

  3. Diqi Munawar Shodiq says:

    Bismillahirrohmanirrim
    Assalamualaikum Warrohmatullahi wabarokatu

    Alasan untuk mengubah atau mengganti kurikulum sah-sah saja selama latar belakang revisi itu tidak reaksioner dan menilik sebelah mata dari kasus perkasus yang dialami oleh pelajar yang sebutulnya tidak ada hubungannya dengan kurikulum, pada kenyataanya tidak ada satu pun kurikulum di Indonesia yang menurut saya bermasalah, semua untuk kemajuan dan mencerdaskan bangsa. hanya saja latar belakangnya yang berbeda. justru jadi bermasalah karena keseringan dirubah atau direvisi
    jika memang betul-betul HARUS di revisi atau dirubah apa yang menjadi ALASAN UTAMANYA?
    jika memang sangat perlu perubahan atau revisi justru menurut saya akan lahir masaalah baru, misalnya bagaimana nasib guru yang mangampuh matpel yang sudah diintregasikan? jika jawabannya guru harus menyesuaikan dengan mata pelajaran, saya pikir tidak tepat, karena seluruh Universitas atau Institut yang melahirkan guru atau sarjana Pendidikan dalam bidang konsentrasi khusus mata pelajaran menurut saya menjadi sangat mubadzir. kalau mau, tutup saja jurusan-jurusan dikampus yang melahirkan guru-guru yang tidak ada mata pelajarannya dalam kurikulum 2013, daripada melahirkan pengangguran. akhirnya justur memancing korupsi dan kolusi dan nepotisme disekolah dan instansi pendidikan (dan itu masih dan sedang terjadi).
    selanjutnya bagaimana nasib guru honorer (atau apapun istilahnya)jika mata pelajarannya sudah diintegrasikan? apakah harus jadi pengangguran? jika jawabannya guru harus menyesuaikan, ini pun saya fikir SANGAT TIDAK TEPAT, karna jika berfikir realistis jelas guru PNS dulu yang akan didahulukan.
    perubahan kurikulum, sejatinya akan melahirkan masa transisi, jelas hal tersbut secara psikologis berakibat bagi anak besar atau pun kecil jelas akan berdampak, apalagi perubahannya (pengurangan) mata pelajaran cukup besar.
    MALAH JUSTRU MUNGKIN MASALAH SIKAP PELAJAR DIKARNAKAN SERINGNYA REVISI KURIKULUM.
    Kemudian DIMANA tempat mata pelajaran Bahasa Daerah? Jika jawabannya itu disatukan dalam pelajaran sebi Budaya, pertanyaan saya apakah dalam mata pelajaran seni Budaya yang diajarkan itu budaya lokal atau budaya nasional? Lagi-lagi nanti rebutan ngajar jelas yang PNS lebih diuntungkan
    Alangkah bijaknya jika dalam kurikulum 2013, jika memang SANGAT PERLU direvisi TOLONG DENGAN SANGAT pertimbangan untuk bahasa Daerah SANGAT diperhitungkan, pelajaran bahasa Daerah tidak dapat disatukan dengan seni budaya, karna jelas sangat berbeda. Nilai karifan lokal dan nilai tatakrama itu terdapat dalam mata pelajaran bahasa Daerah secara jelas dalam percakapan pemilihan kata dalam tiap kalimat dan lain sebagainya.
    Jika pelajaran bahasa Daerah dihapus atau diintegrasikan kedalam mata pelajaran lain, dan pelajaran sains di utamakan hasilnya jelas akan melahirkan siswa-siswa yang cerdas. Tapi apa artinya cerdas dan pintar jika tidak mencintai dan memiliki karakter Indonesia (yang terwakili secara langsung melalui bahasa Daerah)
    BUKAN KURIKULUM YANG HARUS DIRUBAH, jika alasan perubahan kurikulum dikarnakan masalah remaja sepeti Perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, plagiarisem, kecurangan ujian, gejolak
    masyarakat, mengapa sekolah yang memperoleh bebannya? Bukannya pendidikan itu tanggungjawab seluruh masyarakat? Seringa lah membuat seminar atau penyuluhan pendidikan kepada masyarakat. Jangan menggantungkan kepada sekolah. Karena masalah yang ada pada siswa jelas sebagian besar pengaruh dari lingkungan sekitarnya (tidak hanya sekolah).
    Jika hendak merubah atau merevisi kurikulum hendaknya melibatkan guru yang masih aktif mengajar dari tingkat SD sampai SMA, jangan hanya praktisi pendidikan atau pengamat pendidikan. Karena dengan segala hormat,mereka (praktisi pendidikan dan pengamat pendidikan) tidak secara langsung berhadapan dengan siswa setiap hari jadi analisisnya hanya sekedar teori dan pengalaman sewaktu dia mengajar (DAHULU). Dan juga perubahan kurikulum itu tidak berdasarkan dari DPR karena mereka tidak berhadapan secara langsung dengan siswa, malah mungkin kurang memahami tentang dunia pendidikan dan ihwalnya.
    Itu mungkin sedikit pendapat dari saya mudah-mudahan dapat difahami
    Terimakasih, jazzakumullohu khoeron Katsiroo.
    Wassalamualaikum, warrohmatullohi wabarokatu

    Bekasi, 10 Desember 2012
    Diqi Munawar Shodiq, S.Pd
    Guru Honorer Bahasa Sunda
    di SMAN 10 Kota Bekasi

  4. indi larasati says:

    saya mahasiswa jurusan bahasa daerah di universits negri di surabaya…. kenapa dalam wacana kurikulum yang baru pelajaran bahasa daerah harus dihapus, padahal pelajaran bahasa daerah bisa membentuk karaktersiswa khususnya bahasa jawa, jika diajarkan sejak dini saya yakin bisa membentuk karakter siswa khususnya ketimuran yang mana menjadi identitas kita sebagai bangsa indonesia yang mempunyai keragaman bahasa, seni danbudhaya yang mana semua perbedaan itu yang memjadikan indonesia dikenal di mata duni, ya karena keragamannya,,,, negara mana yang seperti indonesia? jika kita menghapus mata pelajaran bahasa jawa apa bedanya kita dengan penjajah…. menjajahnegara kita sendiri. sedangkan. indonesia terdiri dari daerah daerah. karakter siswa … mungkin tulisan saya ini bisa dipakai pertimbangkan,,,,, saya mahasiswa semester 5,,, seandainya pelajaran bahasa daerah dihapus,,,,,, bagaimana dengan saya ,,,, bagaimana dengan guru mata pelajaran yang sudah diangkat , yang masih honorer, n yang paling penting,,,, masak bahasa daerah kita dihapus….???? dimana KEBINEKAAN TUNGGAL IKA kita???? apa sudah tidak berlaku lagi?,,,,,

  5. zeetra says:

    sehebat apapun perubahan kurikulum tetapi kalo gurunya g paham ya percuma
    setau aku cbsa kbk karakter tetep saja gurunya ngajarnya ceramah saja …
    wahai pak menteri bimbinlah dulu gurunya sebelum perubahan kurikulum

  6. kristiani says:

    Masyarakat jawa khususnya, dan indonesia umumnya, sangat membutuhkan tata krama,
    Salah satu cara untuk menumbuhkannya yaitu pembelajaran bahasa jawa dari usia dini.
    Semoga pelajaran bahasa jawa tetap dipertahankan dan dikembangkan, sehingga para penerus bangsa mempunyai tata krama, sopan santun, moral yang baik, matur nuwun .

  7. kang maddin says:

    knapa harus dhilangkan ,itu akan merugikan banyak orang,,contohnya para guru bhs daerah kan menjadi pengangguran krena tidak dapat mengajar lagi,,.para anak2 jga kurang mngerti tentang bhs daerahnya sendiri,,,penghilangan ini adalah suatu tindakan BODOH !!!!!

  8. Chilyatul umniyah says:

    bahasa jawi niku gadhah unggah ungguh, benten kaliyan bahasa sanesipun
    tuladha: bapak lan kewan lagi mangan, menika boten sae. bapak niku sanes kewan. ingkang sae ingggih menika bapak nembe dhahar lan kewan lagi mangan. kula ajrih menawi bahasa jawi mangke diakui negari sanes saha peminat bahasa jawi mangke terus menurun. apa meneh bocah sakniki, wiwit cilik boten di tuturi bahasa jawi nanging bahasa sanes. miturut kula, niku boten sae amargi bahasa jawi saget ical sebagi warisan para leluhur.

    kula piambak inggih taseh sanau bahasa jawi, mula nywun pangapunten anggenipun kula matur. matur numun!!!

  9. utami says:

    Indonesia kaya akan budaya. kita harus melestarikan budaya bangsa, salah satunya adalah bahasa daerah. kami mohon pelajaran bahasa daerah harus tetap ada. sejak SD. Dan merupakan pelajaran yang berdiri sendiri. Karena dalam Bahasa Daerah terutama bahasa jawa terdapat penanaman karakter anak didk. Jadi tidak tepat apabila bahasa daerah berada dalam pendidikan seni budaya. harus berdiri sendiri. Selain itu pelajaran bahasa inggris mohon tetap diajarkan di SD karena dalam era globalisasi ini tehnik informatika terus berkembang, kalau anak-anak tidak dikenalkan bahasa inggris sedini mungkin juga akan tertinggal dalam mengikuti perkembangan tehnologi informatika.. Apalagi di SD sudah ada guru bahasa inggris yg sudah memiliki SK dan gaji dari pemerintah., dan juga sudah pegang sertifikat profesional pendidik. Kalau bahasa inggris di SD ditiadakan, mau dikemanakan guru bidang studi bahasa inggris tersebut? Mohon untuk depertimbangkan tentang penghapusan mata pelajaran bahasa inggris dan bahasa daerah.Namun kami tetap berharap bahasa daerah dan bahasa Inggris tetap diajarkan sejak SD. Untuk integrasi mapel ipa dan ips ke dalam bahasa Indonesia ataupun matematika saya setuju, tetapi di tingkat SD, untuk tingkat SMP dst IPS dan IPA merupakan pelajaran yang berdiri sendiri.. Terima kasih. Semoga Sukses.

  10. Dari semua komentar menunjukkan Mendikbud tidak mengerti pendidikan dengan semua permasalhannya sehingga solusinya juga jadi kontroversi. Ada 2 juta guru diseluruh Indonesia yang tersebar dipelosok pelosok, Dunia Pendidikan adalah kapal besar yang tidak mudah dibolak balik arah tujuannya hanya karena saran dan kritik yang tidak memberi solusi. Menghapus bahasa Inggris akan ditertawakan dunia Internasional yang sudah menjadi komunitas global dimana bangsa Indonesia ada didalamnya, ekonomi Indonesia ada ditangan modal asing Internasional. Apa gak tambah dibodohi modal asing kalau bahasanya tidak dimengerti ?

  11. Dari semua komentar menunjukkan Mendikbud tidak mengerti pendidikan dengan semua permasalhannya sehingga solusinya juga jadi kontroversi. Ada 2 juta guru diseluruh Indonesia yang tersebar dipelosok pelosok, Dunia Pendidikan adalah kapal besar yang tidak mudah dibolak balik arah tujuannya hanya karena saran dan kritik yang tidak memberi solusi.

  12. Kalempau Lampaa says:

    KTSP tidak jadi diganti tapi M. Nuh diganti

  13. Andi says:

    tingkat ketrampilan siswa di bidang TIK sangatlah penting untuk pengembangan Teknologi di Indonesia.Gaptek. maka sebaiknya TIK tetap ada di stiap lembaga. suwon

  14. desi says:

    Semoga pendapat dari masyarakat dapat ditanggapi oleh pemerintah terkait, sehingga dapat memberikan solusi bagi kemajuan pendidikan Indonesia melalui uji publik kurikulum baru.

  15. desi says:

    Semoga pendapat dari masyarakat dapat ditanggapi oleh pemerintah terkait, sehingga dapat memberikan solusi bagi kemajuan pendidikan Indonesia melalui uji publik kurikulum baru 2013.

  16. lya says:

    Bahasa Jawa adalah merupakan karifan lokal yang tetap harus dipertahankan,anak perlu diperkenalkan mulai dari sejak dini dengan bahasa leluhurnya,saya sangat yakin para orangtua di masyarakat sangat jarang yang mengajarkan tentang tingkatan dan unggah ungguh berbahasa jawa kepada anaknya karena memang pengetahuan berbahasa jawa yang minim dan juga ada sebagian yang beranggapan basa jawa kuwi ndeso ….nah disekolahlah siswa dikenalkan dan diajarkan tentang bagaimana berbahasa dan berkebudayaan jawa yang baik oleh guru yang didalamnya sarat dengan pendidikan karakter yg dapat membangun dan mendasari siswa belajar mengenal leluhur dan tradisi setidaknya sebagai filter untuk kebudayaan luar yang begitu hebatnya masuk buakankah kita selalu menggembar gemborkan sebagai pribadi dengan budaya timur yang manis…lah low tidak diperkenalkan secara mendalam hanya tahu sepelalar sepeliwat aja ya jelas berbahaya …..ada satu lagi masukan jika memang mau diintegrasikan dengan pelajaran seni budaya yaa…jelas agak tidak nyambung selama ini pelajaran seni budaya lebih menekankan pada pengenalan seni rupa dan ketrampilan ,seni musik,seni tari dan seni teater itupun hanya 2 jam pelajaran satu minggu masa mau disisipi basa jawa lagi ,padahal dalam mapel basa jawa yang dipelajari buanyak muai dari membaca wacana jawa yang didalamnya penuh dengan petuah dan contoh contoh perilaku baik,unggah ungguh dan tataran berbahasa yang nantinyapkan di dalam sangat jelas akan diterapkan didalam masyarakat saya ambil contoh saja dilingkungan tempat tinggal saya kalau kumpulan RT dan pengajian masih menggunakan basa jawa ,selain itu juga dalam mapel basa jawa juga diajari nulis lan maca aksara jawa ,pidato jawa,nulis surat,jenis jenis woh wohan ,jenis jenis anak kewan ,makna filosofis batik,tradisi acara ritual,tentang wayang dan pembuatanya serta apa saja pirantinya lsp…. lah…lah…kalo sampe generasi kita tidak dikenalkan mau tanya kesiapa…..berarti fungsi aksara jawa di papan papan jalan cuma sebagi hiasan saja karena di masa mendatang ga ada yang bisa mbaca,sekian dari saya semoga bisa jadi bahan pertimbangan untuk kebikakan kurikulum 2013 ini,saya bukan guru dan tidak ada hubunganya dengan dunia pendidikan saya hanya orang jawa yang sangat mencintai kebudayaan jawa,nuwun

  17. ade says:

    Disekolah saya berarti akan ada berapa banyak guru yang resign ya ….tempat saya sekolah swasta

  18. ajmain says:

    sangat bermanfaat
    klo bgini bakalan bnyak lgi pengangguran… klo kurikulum di revisi dgn cara pemangkasan mata pelajaran

  19. Tarolik says:

    Assalamualaikum.w.w.
    Sebenarnya saya sangat seperinsip dengan diadakannya perubahan Kurikulum sebab tujuannya adalah untuk menyikapi kondisi produk pendidikan yang belum memuaskan bagi kemaslahatan Bangsa saat ini dan tentu akan lebih parah lagi kalau tidak dilakukan perbaikan demi perbaikan. Namun yang lebih penting penekanannya tidak saja pada materi kurikulum itu sendiri, tetapi bagaimana kita semua bisa menerima hasil proses pendidikan itu dengan lapang dada, tidak ada hasil yang dipaksakan demi nama baik sekolah atau daerah dimana sekolah itu berada. Kalau memang ada yang gagal/ tidak lulus, ya itulah proses. Nah disinilah perlunya peran pembinaan dan pengawasan terhadap sekolah tersebut. Artinya kalau sekolah dan pemerintah daerah sudah komit dengan ini maka masyarakat terutama orang tua akan berlomba-lomba mengawasi anaknya duluar jam sekolah, sebab kalau mereka lalai akan berakibat gagal/tidak lulus. Dan melalui komitmen ini” karakter “anak dengan sendirinya akan terperbaiki, sebab mereka akan menyadari bahwa siapa yang menabur” angin akan menuai badai” dan mereka yakin bahwa hasil yang mereka peroleh adalah hasil kerja kerasnya, dan kalau mereka malas dan tidak mau dibina maka mereka juga akan menerima hasil yang sepadan. Terimakasih.

  20. Dhyah Ayu P says:

    Menarik sekali……
    Aku juga punya Draf Kurikulum 2013 bentuk PPT. Bisa di download gratis. dan juga ada
    Prediksi Ujian Nasional 2013

  21. hestiholmez says:

    saya ucapankan terima kasih kepada PAK PERMANA, kemarin beliau beri saya angka jitu benar-benar hebat angka jitu dari beliau, saya pasang dan menang 125 juta rupiah, kalau tidak ada beliau mungkin hari ini mobil saya sudah di sita ama dealer karena sudah 3 bulan belum bayar cicilan.sekali lagi terima kasih banyak pak,saya sudah buktikan sendiri,yg minat juga ini no beliau (0_8_5_3_2_8_1_7_9_1_1_1), anda buktikan sendiri,salam kompak penuh persahabatan.

  22. ari says:

    Merubah kurikulum bukan berarti pemimpin hebat, yang salah bukan kurikulumnya tapi oktum pemerintah yang tidak tidak konsisten menjalankan, Nyatanya disetiap pelaksanaan UAS, kunci jawaban di hampir setiap sekolah ditemukan. Percuma dengan adanya team independen pengawas UAS hanya buang-buang anggaran saja, nyatanya dilapangan tugas itu cuma pormalitas saja,….. hal-hal seperti ini pemerintah tidak mungkin tahu, makanya saya kasih tau biar hatinya terbuka.
    Pengalaman saya, ketika saya mengawas di salah satu sekolah SMP Negeri di Wilayah Ciledug, saya melarang panitia untuk memasuki ruangan tempat saya mengawas, tiba-tiba ketika saya kembali kesekolah asal saya, saya dipanggil oleh kepala sekolah. dengan mengatakan “jangan melarang kalau panitia masuk ke ruang UAS”. itu yang pertama. sulit untuk menceritrakan hal tersebut semua guru dan panitia sekolah baik negeri maupun swasta sudah tau…… hanya pemerintah yang melotot tapi tidak bisa melihat, tidak tuli tapi tidak bisa mendengar, tunggu saja…. Azab tuhan segera datang…

  23. sekarang di kurikulum 2013,,pmbhasan materinya aja hrus nyari tau sendiri,, ke enakan guru dong klau gtu mh,,, bsa-bsa siswa/siswi nyapda stresss,,klo yg gk kuat mhh.

  24. anik rusmawati says:

    kurikulum 2013 terlalu sederhana,kurang lengkap dan kabur, mmbingungkan anak terutama tk SD karena anak belum siap menelaah dan menalar suatu permasalahan. banyak kekurangan mulai pengayaan soal, sampai kelengkapan materi pelajaran. saya sebagai orang tua amat sangat merasakan karena orang tua harus pro aktif mencari cari dari referensi lain . bagaimana dengan guru? apakah ortu juga harus mengajar materi di rumah?

  25. MUSMULIADI, S. Pd says:

    Mohon untuk dipertimbangkan kembali mata pelajaran yang terhapus dalam kurikulum 2013 yang akan diterapkan itu yang terhormat bapak menteri……..

  26. bambang edy sulistyanto says:

    ass wr wb. saya guru bahasa prancis sman 6 yogyakarta, ingin mengusulkan dan mendapatkan kejelasan pelaksanaan kurikulum 2013, khususnya bahasa prancis dan bahasa asing lainnya (jerman, jepang, mandarin, arab). Permasalahan kami sbb :
    1. Pada Program IPA dan IPS belum secara eksplisit menempatkan bahasa Prancis dalam Program tersebut sehingga di lapangan terjadi keragaman pelaksanaan , sebagai contoh : SMA 8 Yogyakarta menempatkan Bahasa Prancis di IPS, SMA 1 Kalasan Sleman DIY TIDAK MENEMPATKAN BAHASA PRANCIS di IPA maupun IPS, sementara di SMA 1 Surakarta Bahasa Prancis di Program IPA. Usulan : Mohon Bahasa Prancis eksplisit ada di IPA dan IPS. Alasannya : Terdapat ketersediaan Guru Bahasa Prancis di SMA / MA dan SMK.
    2. Pada tanggal 20 – 26 Oktober 2013 ada workshop Guru Bahasa Inggris, Jerman, Prancis, Mandarin, Jepang, Arab, Indonesia di Hotel Amos Cozy jl Melawai yang diselenggarakan SEAMEO. Apakah kami boleh berkunjung, berdiskusi dan berharap ada kesimpulan dari Pusat Kurikulum ? Adakah solusi alternatif bagi kami ?
    3. Kami sunguh berharap agar guru Bahasa Prancis / Asing tidak mengalami nasib naas seperti pada Kurikulum 1994, dimana kami kehilangan kesempatan mengajar di IPA, dan IPS. Untuk itulah mohon perhatian pembelajaran bahasa Prancis di SMA, SMK dan MA.
    terima kasih.

  27. Salmon says:

    Gimana dengan kami Guru TIK yang sudah terangkat, sementara di dalam kurikulum baru tidak tercantum mata pelajaran TIK. gimana dengan nasib kami. Juga dengan adek-adek yang sementara kuliah sekarang untuk mata pelajaran keguruan TIK. Minta Tolong kepada Petinggi-Petinggi gimana solusinya. Terima kasih.

  28. siti juarsih says:

    kurikulum baru ini sangat memberatkan siswa, tetapi keuntungannya untuk membuat siswa lebih kreatif dan maju daripada kurikulum yg sebelumnya.

  29. ifma ramadhanti says:

    saya sebagai pelajar SMA N 1 TUBAN yang baru duduk di kelas X IIS 1 merasa di kurikulum 2013 ini membingungkan guru sekaligus muridnya. karena sangat disayangkan bahwa pelajaran Akuntasi akan diajarkan saat kelas XII mendatang. padahal ilmu Akuntasi sangtlah penting bagi siswa yang duduk di kelas jurusan Ilmu-Ilmu Sosial. Untuk itu bagai Bapak Muh. Nuh apa tidah sebaiknya pelajaran Akuntasi diajarkan pada saat kelas XI semester 1 ? agar kelas XII nya cuma pematangan ilmu Akuntasi. Terima kasih atas pengertiannya. dan ,ohon kebijaksanaanya. maaf jika ada salah kata.

  30. Roa Movies says:

    Bang Ada Kisi-Kisi UN Kelas 9 Gak???

Leave a Reply

© 2014 BeritaKaget.com. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
IBN Network. All right reserved. Users