Wow, Ini Dia Dampak Bila Terlalu Sering Mendengkur Saat Tidur

Wow, Ini Dia Dampak Bila Terlalu Sering Mendengkur Saat TidurMengorok atau mendengkur tak hanya mengganggu kenyamanan tidur orang lain, tetapi juga tanpa disadari bisa mengurangi produktivitas. Karena ada banyak hal yang membuat seseorang jadi mengorok, maka komplikasi dan dampaknya pun bisa beraneka macam.

Suara ngorok atau dengkuran dihasilkan dari penyumbatan saluran napas, sehingga membuat bagian atas tenggorokan dan lidah bergetar ketika ada udara yang lewat, biasanya saat menarik napas. Inilah yang menyebabkan suara keras keluar saat tidur. Tak hanya karena masalah anatomis saja, mendengkur juga bisa menjadi pertanda gangguan yang lebih serius, seperti obesitas, penuaan dan juga efek samping obat penenang atau alkohol.

Penyumbatan ini pada akhirnya dapat mengganggu pernapasan dan berdampak pada kualitas tidur. Ketika pernapasan terganggu, sirkulasi oksigen yang penting bagi kelangsungan hidup sel di dalam tubuh juga sejenak terhenti.

“Jika terus-terusan mengorok, tentu dapat menyebabkan kurang tidur dan produktivitas yang tidak baik, dan tentu membuat lemas. Biasanya selain performa yang jelek, pasti juga mengganggu emosi seperti jadi bad mood, kurang konsentrasi, jadi tidak teliti,” kata dr dr Andreas Prasadja, RPSGT, (19/6/2013).

Dr Andreas yang merupakan ahli kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran Jakarta ini menerangkan dampak kurang tidur yang diakibatkan mendengkur ini sebaiknya jangan diremehkan. Walau dibantu dengan meminum stimulan seperti kopi, rasa kantuk mungkin bisa mereda, namun otak tetap saja lemah.

Selain mengganggu produktivitas, mendengkur sebenarnya bisa menjadi salah satu gejala gangguan yang serius, seperti obstructive sleep apnea (OSA), yaitu gangguan di mana pernapasan terhenti selama kurang dari 10 detik. Obstructive sleep apnea menyebabkan tenggorokan menutup, memangkas aliran udara, dan menurunkan asupan oksigen. Akibatnya kandungan oksigen dalam darah menurun. Ketika otak tidak mendapat cukup oksigen, tubuh akan terbangun dengan gelisah.

Umumnya, kenaikan berat badan merupakan faktor utama pemicu gangguan ini. Tak hanya itu, gangguan ini sebenarnya merupakan penyakit yang serius, sebab berkaitan dengan penyakit lain seperti gangguan jantung.

“Selain itu tentu dampak lainnya seperti menyebabkan jantung bekerja lebih ekstra sehingga dapat menjadi hipertensi, stroke, gangguan pembuluh darah, dan kematian saat tidur,” pungkas dr Andreas.




Sebarkan Artikel Ini

Leave a Reply

© 2014 BeritaKaget.com. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
IBN Network. All right reserved. Users